Rabu, 20 Februari 2008

Canto Ireevocable

"Akulah...
jiwa muda yang penuh suara
dentuman kilat nadi berdenyut, tertambat di ototku
simak bagaimana darahku mengalir dan menangis,
bagaimana gelisahku tumpuk menumpuk bagai sengit samudera
atau pusara-pusara tebal yang tak kunjung tenang

kudengar isak tangis,
menyatu bersama rima hati yang menutup terkekang
kudengar juga apa-apa yang masih kita ucapkan sampai kini,
juga semua yang belum kita ucapkan
batas kubur kita bergetar dari mulut pepohonan
dari mulut tanah ini"

----------------------

Letter of missed

Melayang surat hasratku
merpati berbalut api,
dengan dua sayap terlipat
dan ditengahnya alamat

Burung yang memburu cuma sarang,
udara dan angkasa
kulit, tangan, mata, rambutmu
ruang dalam nafasku

Pesan selalu datang terlambat,
dan tak cukup menyampaikan apa-apa...
terlebih lagi,
jika itu hanya surat...

:)

----------------------

The Phoenix and The Dove

Demikian ia berseru;
aih, pasangan sejati
alangkah mesranya yang satu ini..

Cinta mengiyakan,
tapi nalar tidak!

Hingga,
keduanya berpisah di masing pihak

William Shakespeare

Tidak ada komentar: